Sekipan
Sekipan

Bumi Perkemahan Sekipan

Ide untuk memasang tenda ini terbesit begitu saja ketika salah seorang teman saya melontarkan bahwa Sekipan merupakan salah satu tempat yang bagus untuk menancapkan pasak tenda. Dengan hanya berjumlah tiga orang, saya dan dua orang teman memantabkan niat untuk berangkat ke Sekipan pada tanggal 4 Mei 2014 untuk camping selama dua hari satu malam.

Lokasi

Bumi perkemahan Sekipan terletak di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Berada di ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut. Dengan lokasinya yang dikelilingi perbukitan, menjadikan tempat ini dingin dan asri serta memberikan pemandangan yang sejuk dipandang. Walau begitu, hawa di sini tidak sedingin yang saya bayangkan. Berdasarkan pengalaman, saya masih kuat tidak menggunakan jaket pada malam hari.

Rute dan Biaya Perjalanan

Perjalanan dimulai dari Jogjakarta menggunakan Kereta Api Sri Wedari (non AC) Jam 08.00 dari stasiun Tugu (atau bisa juga melalui stasiun Lempuyangan) menuju stasiun Solo Balapan. Sesampainya di stasiun Solo Balapan, kita bisa berjalan (atau naik becak) menuju terminal Tirtonadi Solo kurang lebih sejauh 1 kilometer untuk mencari alat transportasi lainnya.

Dari terminal Tirtonadi silakan menggunakan bus jurusan Tawangmangu. Seingat saya ada dua PO yang menuju arah tersebut yaitu Lancar Jaya dan Rukun Sayur. Silakan menumpang yang mana yang tersedia karena harga sama saja dan frekuensi keberangkatan bus tersebut sedikit. Perjalanan dari terminal Tirtonadi sampai ke Tawangmangu membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 sampai dengan 2 jam, tergantung seberapa lama busnya ngetem. Sembari dalam perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan desa sekitar yang indah dengan jalannya yang naik turun.

Sampai di pemberhentian terakhir terminal Tawangmangu, kita diharuskan lagi naik angkutan dari terminal sampai ke Bumi Perkemahan Sekipan. Mobil yang digunakan angkutan ini jenis mobil Colt L300. Kita harus siap berdesak-desakan dengan ibu-ibu yang membawa bejibun sayuran.

Dari jalan masuk menuju bumi perkemahan, kita masih harus berjalan sejuah 700 meter untuk sampai gerbang lapor. Tersedia juga kuda disini apabila tidak ingin capek berjalan kaki.

Adapun rincian biaya yang dikeluarkan dari Jogjakarta sampai Tawangmangu adalah:

  • Kereta Api Sri Wedari (non AC ) : Rp. 6.000,- sedangkan untuk AC Rp. 10.000,-
  • Bus Solo-Tawangmangu : Rp. 12.000,-
  • Angkot terminal Tawangmangu – Sekipan : Rp. 5.000,-
  • Biaya masuk bumi perkemahan : Rp. 7.500,- / orang / hari.

Selain tempat camping, Sekipan juga kerap digunakan untuk kegiatan outdoor lainnya seperti outbondplayground ATVpre-wedding, tempat shooting film dan lainnya. Tentu biaya untuk camping dan biaya kegiatan seperti disebutkan di atas berbeda.

Sebagai saran tambahan, ada baiknya untuk menyiapkan garam atau tembakau. Menjelang malam tiba, akan banyak lintah yang berkeliaran, apalagi daerah sekitaran sungai. Garam dan tembakau bisa digunakan untuk melepaskan gigitan lintah yang menempel pada tubuh kita.

Logistik

Tidak usah takut kehabisan bahan makanan, karena di sekitar bumi perkemahan ada beberapa warung yang siap siaga menyediakan makanan yang kita butuhkan. Tidak hanya makanan, beberapa warung juga menyediakan perlengkapan lainnya, seperti senter, lampu tenda dan lain sebagainya. Dan yang paling penting, mereka juga menjual kayu bakar, seperti yang kita ketahui, ada yang kurang kalo camping tanpa adanya api unggun.

Ada dua menu khas yang saya suka di sini, yaitu Nasi Goreng Sekipan dan Nasi Pecel Sekipan. Harganya tidak mahal hanya Rp. 10.000,- per porsi.

Curug Kenthongan

Sebagai bonus, kita juga dapat mengunjungi air terjun yang terdapat di wilayah Sekipan, namanya Curug Kenthongan. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke air terjun ini sekitar satu sampai dua kilometer mengikuti jalur trekking yang naik turun. Cukup bikin lelah bagi yang tidak terbiasa naik gunung atau berjalan jauh.

Sampai di lokasi, kita akan takjub dengan keindahannya. Well, memang tidak teralu tinggi, tapi dinginnya cucuran air dari sumber mata air ini cukup menghilangkan rasa lelah kita menuju air terjun ini. Kesegarannya serasa menghilangkan dahaga dengan seketika.

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *