Consina Adventure Trekker
Consina Adventure Trekker

Consina Adventure Trekker

Masih dengan brand yang sama dengan produk sebelumnya, resensi kali ini akan sedikit membahas salah satu alat yang wajib dimiliki oleh pendaki, sandal gunung. Sejatinya, sandal merupakan penunjang alas kaki lainnya seperti sepatu. Namun, beberapa orang lebih suka menggunakan sandal sebagai alas kaki utama ketika mendaki maupun turun dari gunung dengan beragam alasan.

Oleh karenanya, sandal gunung didesain sedemikian rupa agar bisa digunakan dalam medan yang variatif seperti gunung, baik itu tanah lembab, basah, kering, berdebu dan lainnya. Selain itu, sandal gunung juga dirancang agar dapat membuat nyaman ketika digunakan, tidak berat, cengkraman kuat di kaki dan paling penting adalah tidak membuat kaki terluka atau lecet.

Sandal Consina dengan seri Adventure Trekker saya dapatkan dari salah satu toko outdoor di Yogyakarta. Dengan harga Rp.195.000,- kita sudah bisa membawa pulang sepasang sandal tersebut. Ada tiga warna yang tersedia untuk seri ini yaitu hitam, merah, motif oranye serta motif merah seperti pada gambar. Kebetulan, sandal yang akan saya resensi kali ini sudah pernah dipakai dua kali menanjak gunung, Lawu dan Prau serta beberapa medan untuk memastikan kekurangan dan kelebihan yang ada pada sandal.

Sisi samping
Sisi samping

Umumnya, terdapat dua jenis sandal gunung, dengan model sandal jepit serta model terusan. Saya pribadi lebih memilih model terusan dengan alasan khawatir sela ibu jari dan telunjuk saya lecet ketika terhentak menuruni gunung, yang akan mengakibatkan tidak nyamannya kaki digunakan untuk berjalan. Beberapa orang menggangap sandal jepit sering membuat kaki lecet hanya mitos belaka, ada benarnya juga. Sandal dengan kualitas bagus sudah menggunakan bahan dengan kualitas bagus pula agar hal yang saya khawatirkan tersebut dapat dihindari.

Consina Adventure Trekker
Consina Adventure Trekker

Bagian sol sandal ini dibuat lebih tebal, sehingga sedikit berat ketika dibawa melangkah. Parahnya lagi, ketika dalam kondisi tanah lembek nan basah, seperti tanah merah misalnya, sol sandal tidak begitu saja melepaskan tanah yang menempel, membuat kaki langkah semakin tidak nyaman. Namun, ketebalan ini juga memberikan keuntungan antara lain melindungi kaki dari gesekan ranting pada jalur, sol tebal juga tetap membuat telapak kaki nyaman ketika berjalan pada jalur bebatuan yang runcing.

Tampak depan
Tampak depan

Soal cengkraman, sandal masih layak ketika digunakan untuk jalur berdebu atau pasir dan mulai tidak nyaman ketika sudah memasuki jalur tanah basah. Selain karena licin, seperti yang disebutkan di atas, tanah juga bakal mudahnya menempel pada bagian bawah sandal. Beberapa kali saya mencoba untuk menggunakan pada bebatuan basah dan berlumut, hasilnya cukup nyaman, tidak gampang membuat kita terpeleset.

Di beberapa bagian tali dilengkapi bantalan busa tipis nan empuk untuk menjaga kulit kaki tidak lecet karena gesekan. Dan selama penggunaan, memang betul bagian kaki dibuat nyaman oleh bantalan ini, tapi entah kenapa alas telapak kaki tidak begitu nyaman untuk medan yang basah, seringkali dibuat lecet karenanya, apalagi jika tidak menggunakan kaos kaki.

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *