Gunung Prau
Gunung Prau

Daftar Gunung yang Cocok Buat Pemula

Halo traveller, pernah ingin merasakan suasana lain dalam menjelajahi Indonesia, mendaki gunung misalnya, tapi masih khawatir karena belum yakin sanggup? Atau punya teman yang ingin diajak naik gunung, tapi kita sendiri yang malah belum yakin dia sanggup? Dalam tulisan kali ini Bentang Nusantara akan memberikan daftar gunung yang ramah terhadap pemula.

Seperti kita tahu, bahwa mendaki gunung bukan kegiatan yang asal-asalan. Butuh persiapan matang untuk mencapai puncaknya, tidak hanya fisik dan mental, perlengkapan pribadi maupun kelompok sudah harus siap sedia. Selain berat, daftar bawaan juga begitu banyaknya, itulah kenapa pendaki selalu membawa tas besar-besar (biasa disebut tas carrier). Bagi yang mulai mendaki, membawa beban berat dan sebanyak itu bukanlah perkara mudah.

Nah, dari sekian gunung yang ada di Indonesia, ada beberapa gunung yang cocok buat pendaki pemula. Kategori untuk pemula ini kami klasifikasikan dari jarak tempuh menuju ke camping ground atau puncak serta ketinggian gunung tersebut. Misal tidak lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, atau bisa jadi lebih tinggi dari 2.000 meter, tapi titik saat kita mulai mendaki sudah berada di ketinggian tertentu, 1.500 meter di atas permukaan laut misalnya.

Gunung Api Purba, Nglanggeran (700 MDPL)

Gunung yang satu ini pernah kami ulas dalam tulisan lain. Lokasi persisnya di Desa Nglanggeran, Pathuk, Gunung Kidul. Butuh aktu sekitar satu jam untuk mencapai lokasi tersebut. Karena berada di posisi yang tidak terlalu tinggi, kita hanya perlu aktu sekitar satu sampai dua jam untuk mencapai puncak.

Gunung yang terbentuk dari kapur ini memang populer sekali, jadi jangan heran kalau pada hari libur begitu banyaknya tenda yang terpasang.

Gunung Bunder (1.050 MDPL)

Gunung Bunder sendiri merupakan hutan milik Perhutani yang sebagian besar ditumbuhi pohon pinus. Di kawasan Gunung Bunder, kita bisa menemukan beberapa tempat wisata menarik seperti Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Pangeran, dan Curug Seribu. Selain itu, terdapat juga kawasan wisata Kawah Ratu.

Dengan ketinggian mencapai 1.050 meter dari permukaan laut, Wana Wisata Gunung Bunder adalah tempat yang sejuk dan masih cukup alami. Dan lokasi ini bisa menjadi alternatif wisata selain kawasan Puncak yang sudah cukup padat.

Gunung Andong (1.726 MDPL)

Dibutuhkan waktu antara dua sampai tiga jam untuk menuju puncak. Beruntungnya camping ground di gunung ini termasuk luas, walau pada akhirnya banyak juga tenda yang memenuhi jalan ketika hari libur. Beberapa pendaki lebih sering terlihat naik tanpa memasang tenda (menginap) di atas. Ada yang memang karena keterbatasan waktu atau tidak tertarik (terbiasa) melewati hari dengan berkemah di tempat terbuka.

Gunung yang satu ini menawarkan banyak keindahan. Dari puncak, kita bisa menyaksikan empat gunung sekaligus, Merbabu dan Merapi serta Sindoro dan Sumbing. Dari puncak juga, kita bisa menyaksikan dua keindahan yang dinantikan setiap pendaki, sunset dan sunrise.

Gunung Ungaran (2.050 MDPL)

Gunung Ungaran terletak di sebelah Selatan – Barat Daya kota Semarang dengan jarak sekitar 40 Km, tepatnya berada di kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk gunung berapi. Gunung Ungaran ini memiliki tiga jalur pendakian sampai puncak yakni jalur candi Gedung Songo, jalur Jimbaran, dan jalur Medini. Dari tiga jalur tersebut yang sering di lewati pendaki yakni jalur candi Gedung Songo dan jalur Jimbaran.

Dari puncak gunung Ungaran ini, jika memandang ke utara akan terlihat Kota Semarang dan Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Pening nya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu. Di lerengnya terdapat beberapa air terjun atau lebih biasa disebut sebagi curug seperti Curug Semirang dan Curug Lawe maupun Curug Benowo. Tak jauh dari lereng Gunung Ungaran ini juga terdapat salah situs arkeologi berupa Candi Gedong Songo atau juga terdapat Kawasan Wisata alam Umbul Sidomukti.

Gunung Batur (2.152 MDPL)

Puncak Gunung batur memiliki ketinggian 5.633 kaki atau sekitar 1717 meter. Di lereng Gunung Batur terdapat sebuah danau yang juga disebut sebagai Danau Batur. Danau tersebut adalah danau terluas yang ada di Bali. Ketika kita mendaki di Gunung Batur ini, di setengah perjalanan menuju puncak, kita sudah dapat menyaksikan keindahan Danau Batur yang menakjubkan. Hamparan biru yang luas dengan pemandangan-pemandangan lainnya melengkapi keindahan yang dapat mata kita pandang sepuasnya.

Gunung Ijen (2.443)

Saat pagi hari, ketika Matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan indah dapat dinikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan berpendar oleh cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di bawah kawah. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 04.00. Saat itu kita dapat menyaksikan bagaimana pijaran api biru (blue fire) dari bawah kawah.

Gunung Prau (2.565)

Gunung Prau juga relatif singkat untuk ditempuh, antara tiga sampai empat jam mungkin. Hanya saja karena gunung ini merupakan salah satu destinasi pendaki dari berbagai daerah sampai membludaknya pengunjung membuat kita harus antri ketika mendaki atau turun. Proses antrian tersebut yang sedikit membuat lelah dan memperpanjang durasi perjalanan.

Untungnya puncak gunung yang berbentuk perahu ini begitu luas, dapat menampung ratusan tenda. Selain itu, di pagi hari kita bisa menyaksikan terbitnya mentari di balik Sindoro dan Sumbing.

Gunung Papandayan (2.665 MDPL)

Gunung yang terletak di Garut, Jawa Barat ini juga salah satu gunung yang favorit (selain Gede-Pangrongo tentunya) . Dibutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima jam untuk sampai ke camping ground. Beberapa tempat favorit yang ada di Papandayan adalah Hutan Mati Papandayan, Tegal Alun dan Pondok Salada.

Karena saking ramenya akan pendaki di Papandayan, di puncak sudah tersedia warung-warung yang siap siaga menyediakan keperluan pendakian. Tidak hanya warung, toilet pun tersedia di sana. Duh!

Nah, menurut traveller, gunung apalagi yang cocok buat pendaki pemula?

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *