Festival Jajanan Kekinian
Festival Jajanan Kekinian

Galeri Festival Jajanan Kekinian

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, hampir setiap bulan diadakan expo atau pameran, baik berupa produk otomotif, kuliner, komputer & gawai, dan produk lainnya. Acaranya sendiri kebanyakan diadakan di JEC (Jogja Expo Center), gedung serba guna langganan event organizer pameran.

Bulan ini pun begitu (27 September 2015), ialah pameran otomotif yang diadakan Dyandra sekaligus diadakannya Festival Jajanan Kekinian dalam ruangan yang berbeda. Event ini diselenggarakan dari tanggal 23 September – 27 September 2015 di tempat biasa, Jogja Expo Center.

Berhubung bidang otomatif belum begitu saya gandrungi, maka hanya Festival Jajanan kekinian yang disambangi.

Biaya masuknya tidak mahal, hanya dikenakan Rp.5.000,00 per orang (belum termasuk parkir). Dari tiket yang diberikan, juga terdapat beberapa voucher diskon yang dapat digunakn belanja pada outlet tertentu.

Ada banyak jenama dan usaha yang memamerkan jualannya. Beberapa di antaranya merupakan pemain lama dan besar yang mengenalkan produk baru, sebut saja Mister Burger misalnya. Lainnya, bisa berupa usaha kecil menengah yang memang profesi sehari-harinya berurusan dengan kuliner. Ada juga yang sebatas hobi menyalurkan bakat memasak atau menambah uang jajan di sela kesibukan kuliah.

Di area festival, terdapat beberapa kursi dan meja untuk memudahkan pengunjung menyantap makanannya. Dikarenakan akhir pekan, tempat ini pasti selalu penuh. Saya rasa, tidak ada salahnya menahan diri untuk menunggu. Kalo sudah tidak sabar dan ingin menyantap makanan yang masih panas, saya sarankan untuk nyari pojokan kemudian duduk lesehan.

Tidak melulu soal kuliner. Di festival tersebut juga terdapat stand lain dengan jenis jualan yang berbeda, seperti tas, dompet, buku, dan lain sebagainya. Selain jualan tentunya, terdapat pula berbagai hiburan yang berbeda-beda tiap harinya, salah satunya adalah DJ music show (setidaknya pas saya berkunjung ke sana).

Berhubung besok (27 September) hari terakhir, ada baiknya untuk menutup festival ini dengan kunjungan malam ini. Kenapa malam? Karena berkunjung malam hari terasa lebih syahdu, walau cukup membuat diri tak nyaman karena macet dan penuh sesak.

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *