Tebing Breksi
Pahatan di Tebing Breksi

Indahnya Dinding Taman Tebing Breksi

Agak aneh bagi saya yang berdomisili di Yogyakarta namun belum pernah berkunjung ke Tebing Breksi. Sementara, pejalan dari luar kota dengan penasarannya berlomba-lomba menuju sana dan menuliskannya dalam sebuah cerita. Tulisan dari Aru & Mero ini salah satunya.

Seperti biasa, setiap minggunya, saya dan Ika selalu mencari ide untuk spot fotografi dengan tema unik. Dan kali ini, Tebing Breksi terpilih sebagai tujuan utama. Selain karena semakin hitsnya tempat ini, lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kami bertolak. Dua alasan ini yang memantabkan kami untuk memberangkatkan diri menuju Taman Tebing Breksi.

Baca juga : Sejarah, Penyelamat Tebing Breksi Prambanan

Sore hari adalah waktu yang pas untuk berkunjung ke sana. Panas yang tak menyengat, cahaya yang tidak terlalu keras, serta mengejar sunset nan indah tentunya.

Tebing Breksi terletak di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Kurang lebih satu kilometer sebelum Candi Ijo (dari jalan Prambanan – Piyungan), Tebing Breksi sendiri masuk dalam cakupan kawasan wisata herritage Candi Ijo.

Jika berangkat dari Yogyakarta, kita bisa menuju arah timur atau menuju arah Candi Prambanan. Sesampainya di traffic light Pasar Prambanan (jalan raya Solo – Yogyakarta) belok ke selatan menuju Piyungan atau Wonosari. Sekitar tiga kilometer kemudian lihat penunjuk jalan menuju Candi Ijo. Ikutilah jalan tersebut.

“Bertahun-tahun bukit kapur di Pedukuhan Nglengkong, Groyokan Sambirejo Prambanan itu, menjadi sumber mata pencaharian warga. Mereka menambang dan memperoleh pendapatan dari sana. Tapi mulai tahun lalu, penambangan tersebut dihentikan.”

— http://jalanjogja.com

Saat ini tidak dipatok biaya khusus mengunjungi tempat wisata tersebut, mereka bilang cukup bayar seikhlasnya untuk pembangunan. Ditambah biaya parkir sebesar Rp.2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.5.000 untuk kendaraan roda empat.

Di beberapa bagian dinding tebing nampak pembangunan dan perbaikan beberapa sisi. Perubahan tersebut bertujuan tentu saja untuk memperindah lokasi untuk menarik wisatawan lebih banyak. Salah satu contohnya berupa purwarupa yang sudah jadi adalah ukiran dalam bentuk tokoh wayang pada salah satu dinding tebing. Salah tokoh yang nampak adalah Arjuna.

Tebing Breksi
Purwarupa tokoh wayang di salah satu dinding

Pahatan-pahatan tokoh wayang pada dinding tersebut, mengingatkan saya akan Pantai Pandawa.

Sumber: https://nyomanhendrawan.wordpress.com/pantai/
Sumber: https://nyomanhendrawan.wordpress.com/pantai/

Selain didesain untuk menarik wisatawan lebih banyak, Tebing Breksi juga direnovasi dengan konsep dan tujuan yang jelas. Salah satunya adalah panggung yang yang berada di tengah-tengah lokasi wisata sebagai saranan pementasan seni dan budaya.

Beranjak menyusuri tangga yang tingginya tidak seberapa, kita bakal mendapati sebuah tanah lapang dengan pemandangan Kota Yogyakarta. Oh ya, tak lupa juga sunset yang menambah syahdu susananya tentunya.

Sayang, pada saat saya berkunjung di sana, Kota Yogyakarta diselimuti awan mendung.

Walau sedikit susah untuk menentukan background yang menarik di beberapa spot, Tebing Breksi bisa jadi pilihan alternatif untuk pre-wedding juga. Dengan biaya yang murah tentunya. Oh, soal background tadi, pintar-pintarnya kita menentukan angle atau sudut pandangan pengambilan foto saja.

Tebing Breksi
Pre-wedding

Tertarik untuk mengunjunginya? 😀

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

4 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *