Jawa Dwipa Resort
Jawa Dwipa Resort

Jawa Dwipa, Akomodasi Eksotis di Lereng Gunung Lawu

Karanganyar merupakan salah satu kabupaten yang banyak dikunjungi saat musim libur tiba. Berbagai wana wisata tersedia di sana, mulai dari miniatur dunia seperti Balekambang, Bumi Perkemahan Sekipan, Candi-candian (Cetho dan Sukuh) sampai dengan air terjun tinggi bernama Grojogan Sewu.

Saran saya, jika kamu traveling ke Karanganyar (khususnya Tawangmangu), sempatkan sebentar untuk mampir di Jawa Dwipa Resort.

Jawa Dwipa
Jawa Dwipa Resort

Jawa Dwipa Resort terletak di Jl. Raya Solo-Tawangmangu Km. 34 Karangpandan, Karanganyar, Surakarta – Jawa Tengah. Jika kamu menuju Tawangmangu dari kota Solo, maka Jawa Dwipa otomatis akan dilewati. Hanya butuh waktu satu jam untuk sampai di Jawa Dwipa. Lokasinya persis berada di pingir jalan raya, sehingga tidak susah untuk ditemukan.

Posisinya yang cukup tinggi dari permukaan laut, menjadikannya salah satu tempat yang layak dicoba dalam suasana dinginnya daerah pegunungan. Dengan nuansa bangunan megah nan menawan, Jawa Dwipa Resort memberikan pengalaman dan daya tarik tersendiri, khususnya bagi saya.

Ada beberapa tipe kamar yang ditawarkan resor tersebut. Mulai dari tipe standar dengan harga mulai dari Rp.450.000 per malamnya. Ada juga tipe keluarga dengan harga Rp.600.000 per malamnya, sampai dengan paket bulan madu yang rata-rata harganya mulai dari Rp.1.500.000.

Hotelnya bagus, desainnya menawan, sangat menggambarkan keindahan Indonesia dengan sentuhan artistik yang membuat saya berdecak kagum. Kolam renangnya pun cukup luas, udara yang bersahabat, membuat saya sekeluarga liburan di sana menjadi sangat luar biasa. Sumber: s.id/dXK.

Selain kamar, Jawa Dwipa Resort juga menawarkan paket terpisah berupa paket makan dan renang.

Berbeda dengan hotel kebanyakan yang terdapat ruang lobi setelah pintu utama, di Jawa Dwipa, kamu bisa langsung melihat ruangan utama yang difungsikan sebagai restoran. Tempatnya cukup terbuka, dengan banyaknya pintu (tanpa daun pintu) di beberapa sudut. Jika di lantai dasar lebih dikhususkan untuk tempat makan, maka kamar yang disewakan hampir semuanya berada di lantai dua, dan beberapa di antara berada di bagian belakang berdekatan dengan kolam renang.

Dari restoran ini, tak banyak yang bisa kamu lihat selain arsitektur bergaya candi dan berbahan batu bata yang tak henti membuat kagum.

Berjalan sedikit ke areal belakang hotel, kamu akan menemui kolam renang yang luas dengan (masih) sentuhan gaya khasnya. Konsepnya cukup unik. Di salah satu sisinya terdapat bangunan seperti candi berupa gerbang yang disusun dengan batu bata, menambah gaya klasik dan seperti berada di kerajaan Majapahit. Tak sampai di situ, kolam renangnya dikelilingi pepohonan hijau serta punya latar pemandangan Gunung Lawu yang menjulang tinggi, memberi nuansa indah dan nyaman bagi mata yang melihatnya.

Jawa Dwipa
Kolam renang di Jawa Dwipa

Sebagai informasi tambahan, kolam ini menggunakan air yang berasal dari mata air alami loh. Itulah kenapa airnya sangat jernih, dan pula tanpa menggunakan kaporit yang dapat membuat mata iritasi dan memerah. Kolam ini sukses membuat saya betah berlama-lama walau menggigil kedingan.

Sempatkan juga untuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel kamu ya. Sayang banget jika harus dilewatkan tanpa berfoto ria terlebih dahulu.

Tak peduli kamu akan berenang atau atau hanya sekadar foto dan jalan-jalan, masuk ke areal kolam renang tetap dikenakan biaya sebesar Rp.25.000 per orangnya. Bonus jika kamu menggunakan kamera jenis (D)SLR, maka akan kena biaya tambahan sebesar Rp.100.000. Mahal juga ya.

Jawa Dwipa
Sisi lain kolam renang

Selesai berenang, badan kedinginan, dan perut keroncongan. Alangkah baiknya untuk menyempatkan mampir di restorannya, apalagi jika pas jam makan siang. Atau, jika kamu ingin nuansa yang lebih syahdu, tidak salahnya untuk berjalan lebih jauh mengarah ke Candi Cetho menuju Rumah Teh Ndoro Donker.

Pun tak berapa lama setelah saya kembali dari agenda jalan-jalan, yang ada di benak saya selalu terbesit pertanyaan: “Jadi, kapan kita ke Jawa Dwipa Resort lagi?” 😛

Untuk traveler yang baru saja menikah, seperti saya, resor ini juga bisa dijadikan alternatif untuk berbulan madu loh. 🙂

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *