Juguran Blogger Indonesia
Juguran Blogger Indonesia

Juguran Blogger Indonesia: Prolog

Smartphone saya menyeruakkan nada dering. Sebuah pesan WhatsApp muncul dari layar, menginformasikan bakal ada event blogger dengan tema wisata. Pengirimnya terpampang jelas, salah satu kolega yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk jalan-jalan. Halim Santoso namanya, dikenal sebagai Bocah Ilang, traveler sekaligus blogger yang cukup tenar di dunia maya dan keren dari lahir (katanya).

Seri Juguran Blogger Indonesia 2016:

  1. Juguran Blogger Indonesia: Prolog
  2. Juguran Blogger Indonesia: Proses Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu di Desa Kalisari

***

Adapun nama event tersebut adalah Juguran Blogger Indonesia. Juguran sendiri mempunyai makna lain berupa jagongan, kumpul-kumpul, atau gathering. Tema yang diangkat adalah “Banyak Wisata, Sedikit Bicara”. Event ini merupakan yang kali kedua diadakan setelah 2012 silam. Itu artinya, terdapat jeda selama empat tahun sampai event berikutnya diadakan. Tak heran memang, mengingat butuh persiapan matang untuk event kedua, sehingga memakan waktu lama untuk menangani jumlah peserta sebanyak 200 13 orang.

Acaranya sendiri diadakan tanggal 14-15 Mei lalu. dengan konsep yang serupa dengan acara sebelumnya, yaitu mengembangkan potensi desa-desa yang ada di Banyumas.

Ada dua desa sebagai tujuan utama wisata dalam acara tersebut, yaitu Desa Kalisari dan Desa Dermaji.

Kedua desa tersebut dipilih karena mengusung potensinya masing-masing, seperti Kalisari dengan produksi tahunya dan Dermaji dengan potensi seni dan wisatanya. Selain itu, kedua desa tersebut dipimpin oleh kepala desa yang paham betul bahwa teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan desanya pada khalayak di dunia maya yang berimbas pada semakian dikenalnya di dunia nyata. Itulah kenapa desa tersebut masuk dalam kategori desa DEMIT (Desa Melek IT).

Juguran Blogger Indonesia menggandeng dua sponsor utama yang salah satu di antaranya adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia). Dalam hal ini, PANDIΒ  punya keterkaitan langsung dengan acara tersebut, yaitu dengan membawa misi Satu Juta Domain untuk UMKM. Tentu saja, misi tersebut tepat sasaran, apalagi untuk Desa Kalisari yang sebagian besar warganya merupakan pengusaha tahu.

Sponsor lainnya adalah Qwords, salah satu penyedia hosting dan domain yang terkenal di Indonesia.

***

07.00

Pagi itu, 13 Mei 2016, dengan tiket di genggaman, saya sudah bersiap diri menunggu KA Jomblokerto Joglokerto Ekspres yang mengarah ke Purwokerto.

Keberangkatan kali ini cukup mendadak, selain karena memang pengumuman event-nya juga cukup mendadak, keputusan saya untuk ikut acara ini juga harus menunggu kepastian jadwal lain. Maka, jadilah saya membeli tiket sehari sebelum keberangkatan. Beruntungnya, masih ada banyak kursi yang tersedia. Sempat khawatir juga, mengingat satu minggu sebelum keberangkatan, biasanya gerbong-gerbong kereta sudah penuh terisi.

Di lain cerita, sebenarnya saya berbarengan juga dengan peserta lain yang berasal dari Jogjakarta, hanya saja dengan gerbong yang berbeda. Atanasia Rian, Wawan, Virmansyah, dan Dzofar, merupakan blogger yang berangkat dari stasiun yang sama (terkecuali Dzofar yang memulai keberangkatan dari Nganjuk, kota asalnya). Tak ketinggalan pula Halim yang memulai titik keberangkatan dari Solo.

Ngobrol santai bersama Kades Kalisari, Ardan Aziz
Ngobrol santai bersama Kades Kalisari, Ardan Aziz

Butuh waktu 4 jam perjalanan untuk sampai ke titik tujuan, Stasiun Purwokerto. Tak banyak yang dapat saya lakukan selain menghabiskan waktu dengan tidur di kereta. zzz…

10.30

Saya (kami) tiba di stasiun, dan baru berkenalan dengan peserta lain di stasiun tersebut. Sambil menghabiskan waktu menunggu jemputan, kami sempatkan untuk ngeteh dan sarapan di salah satu kafe di stasiun. Jangan tanya harganya berapa, yang jelas cukup mahal untuk ukuran kantong saya.

Sesuai jadwal kegiatan, semestinya jam 15.00 adalah waktu penjemputan. Nyatanya, tak lama setelah kami menyelesaikan sarapan, sebuah pesan muncul kalau penanggug jawab sudah berada pada lokasi yang sama. Mas Pradna dan Mas Soep, begitu mereka memperkenalkan diri pada kami. Dengan mereka pulalah nantinya kami menghabiskan waktu menjelajahi desa di Banyumas.

11.00

Tentunya, bukan hanya kami peserta yang ikut dalam acara Juguran Blogger Indonesia. Masih ada beberapa peserta lain yang ditunggu kedatangannya. Mengingat jadwal keberangkatan dan posisi awal keberangkatan berbeda, jadwal tibanya pun otomatis berbeda. Dan, Mas Pradna dibuat oleh repot karenanya, harus bolak-balik dari satu titik ke titik lainnya untuk antar jemput peserta.

Sambil menunggu peserta lain, kami dikarantina sementara di perumahan Griya Satria Mandalatama, tepatnya berada di rumah Olipe yang hidupnya bergantung dari kafe-kafe di Purwokerto. Cukup waktu untuk mengistirahatkan diri dan mengisi perut.

17.00

Beberapa peserta lain mulai berdatangan, salah satunya adalah pria tinggi jangkung bernama Fandhy.

Acara dilanjutkan dengan perjalanan menuju desa pertama, Desa Kalisari. Butuh waktu setengah jam untuk sampai ke Desa tersebut.

Senja hari di Kalisari
Senja hari di Kalisari

17.30

Sesampai di sana, suasana khas pedesaan terpampang jelas. Tidak terlalu ramai, namun kita bakal seringkali mendapati anak-anak bermain di sekitar jalan. Beberapa anak dan warga lokal merautkan wajah bingung dengan kedatangan kami.

Dari Desa Kalisari, kami menuju sebuah rumah yang difungsikan sebagai penginapan sementara untuk tamu. Rumah tersebut kosong, tidak ditinggali pemiliknya untuk sementara karena mencari nafkah di ibukota.

Gelap mulai tiba, gerimis mulai turun, menambah syahdu suasana pedesaan. Lampu jalan tak begitu banyak, hanya lampu teras rumah warga yang menerangi jalan. Antara magrib dan isya, masih banyak orang berjalan untuk beribadah, setelahnya tak banyak orang melakukan aktivitas atau sekadar lalu lalang. Walau udara berhembus kencang dan berada di sekitar pegunungan, hawanya tak begitu dingin seperti pada desa ketinggian kebanyakan.

19.00

Pagi hari di Kalisari
Pagi hari di Kalisari

Beberapa di antara kami sudah mulai beberes diri dan menyiapkan kebutuhan untuk esok hari. Beberapa di antaranya berbincang santai dengan pengurus rumah. Tak ketinggalan juga menyantap hidangan yang disedikan. Kebanyakan dari hidangan tersebut, tak jauh-jauh dari tahu. Mulai dari tahu kuning, tahu bolo-bolo, sampai dengan tahu yang sering kita temui pada umumnya. Maklum saja, Kalisari merupakan salah satu desa produsen tahu.

Nah, sekarang kalian tahu kan?

21.00

Pagi hari di Kalisari
Pagi hari di Kalisari

Hari semakin larut, suasanya semakin hening. Tak ada lagi yang bisa dilakukan selain beristirahat untuk persiapan buat esok hari. Karena hari esok, merupakan hari yang panjang untuk menjelajahi desa Kalisari.

Cerita blogger lainnya:

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

33 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *