Baduy
Baduy

Melihat Sisi Lain Suku Baduy

Suku Baduy atau dengan nama lain Kanekes ternyata banyak menyimpan adat dan budaya yang menarik. Baduy sendiri diambil dari sebuah nama gunung yang termasuk dalam kabupaten Rangkasbitung. Berada di wilayah kaki gunung Kendeng di desa Kanekes yang jaraknya sekitar 40 kilometer dari pusat kota Rangkasbitung.

Sejujurnya, ini kali kedua saya menjelajah ke pedalaman Suku Baduy, Desa Cibeo namanya. Ada tiga desa yang masuk dalam Baduy Dalam, ialah Cikeusik, Cikertawana dan Cibeo itu sendiri. Hanya saja Cibeo merupakan tempat favorit bagi pengunjung, selain karena jaraknya paling dengan titik awal keberangkatan, beberapa desa lain juga masih tertutup bagi pendatang. Berbeda dengan warga Cibeo yang senantiasa ramah terhadap pendatang, karena memang dalam keseharian sering berinteraksi dengan dunia luar seperti berbelanja kebutuhan misalnya. Jika tulisan sebelumnya saya lebih banyak bercerita tentang perjalanan menuju sana, dalam tulisan ini saya lebih banyak menjabarkan kehidupan mereka yang saya rangkum dalam tujuh poin, yaitu:

  1. Baduy Luar dan Baduy Dalam
  2. Agama
  3. Bahasa
  4. Rumah
  5. Mata Pencaharian
  6. Pernikahan
  7. Pemakaman

Sebelum masuk ke dalam pembahasan pada tujuh poin di atas, saya ingin berbagi galeri penjelajahan menuju Baduy Dalam. Jika kalian mengharap foto Baduy Dalam, tentu tidak bakal ditemui di sini. Ingat adanya larangan kegiatan memfoto dalam area Baduy Dalam.

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

5 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *