Menikmati Pesona Air Terjun Sri Gethuk

Bagi para traveller, Sri Gethuk bisa jadi salah satu tujuan wisata yang cukup populer di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi persisnya berada di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunung Kidul. Jaraknya kurang lebih 45 kilometer dari kota Yogyakarta, membutuhkan waktu 1,5 sampai dengan 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil.

Jalan yang yang dilewati menuju air terjun sudah cukup baik. Hanya saja perlu ekstra hari-hati karena banyaknya tikungan tajam, selain itu jalannya juga naik turun. Kondisi jalan mulai memburuk ketika kita melewati loket atau pintu masuk Sri Gethuk. Jalannya tidak terlalu mulus, beberapa jalan sudah pecah dan sedikit sempit. Jika hujan, tentulah rawan licin dan becek di mana-mana. Walau sempit, masih bisa dilalui oleh dua buah mobil yang berpapasan. Jarak dari loket sampai dengan area parkir kurang lebih satu kilometer.

Biaya masuk per orang adalah Rp.5.000,00 sudah termasuk untuk dua tempat wisata yaitu Goa Rancang dan Air Terjun Sri Gethuk.  Tentu saja, biaya ini belum termasuk biaya parkir, perahu, pelampung, dan penyewaaan lainnya.

Tidak jauh dari area parkir, terdapat beberapa fasilitas umum yang dapat digunakan, seperti toilet dan tempat ibadah, juga terdapat tempat untuk beristirahat sejenak. Di sekitar sini juga terdapat warung dengan berbagai macam jualan, mulai dari makanan ringan, minuman, mie instan serta beberapa menu lainnya. Dari area parkir ini, kita harus menuruni tangga menuju bibir sungai, dari sinilah kita bisa mulai menuju air terjun.

Ada dua cara untuk menuju air terjun, pertama dengan menaiki perahu yang telah disediakan. Menggunakan perahu ini membutuhkan biaya sebesar Rp.6.000,00 untuk perjalanan pulang dan pergi. Sedangkan cara kedua adalah menyusuri jalan yang berada di sekitar Sungai Oyo. Jaraknya tidak terlalu jauh, dalam langkah kaki normal membutuhkan waktu sekitar 10 sampai dengan 15 menit. Silakan dipilih sesuka hati. Bagi sebagian orang, berjalan kaki lebih terasa kesan petualangannya, bagi sebagian yang lain, menggunakan rakit bermotor memberikan kesan tersendiri. Tapi saran saya, ada baiknya menggunakan jalan keduanya untuk mendapatkan pengalaman maksimal. Menuju lokasi dengan berjalan kaki dan pulang menggunakan rakit bermotor, bisa juga sebaliknya. 😉

Ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum menuju air terjun. Jika membawa barang banyak, sebaiknya dititipkan pada tempat yang telah disediakan. Biaya penitipan sebesar Rp.2.000,00 saja. Mintalah kantong plastik untuk menjaga barang-barang elektronik yang kita bawa tetap aman walau kecipratan air. Bawalah baju yang dibutuhkan sebagai baju ganti setelah puas bermain dengan air.

Sesampai di air terjun, suasana ramai sudah menanti, gemeriuk air yang mengalir benar-benar memanjakan mata dan telinga, kita akan dibuat terpana dengan eksotisnya oleh kucuran air setinggi 25 meter ini. Dan, siapa lagi yang tak tergoda untuk mandi di bawah air terjun ini?
Selain mandi di bawah air terjun, kita juga diizinkan untuk mandi di sungai. Hanya saja diwajibkan menggunakan pelampung, dan menggunakan pelampung dikenakan biaya sewa sebesar Rp.5.000,00. Selain pelampung juga tersedia barang penyewaan lainnya, seperti celana pendek misalnya.

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *