Bukit Langara
Bukit Langara

Menyaksikan Keindahan Alam Tak Harus dari Gunung, Bukit Langara Alternatif Salah Satunya

Semenjak tim My Trip My Adventure menyambangi, tempat ini jadi begitu ramai dikunjungi. Seingat saya, tepat setahun lalu (Agustus 2014) ketika berkunjung ke Loksado, Bukit Langara bukanlah tujuan wisata. Bahkan (mungkin) tempat tersebut masih belum ditemukan dan  belum dikelola.

Seperti biasa, tiap tahunnya sebelum pulang kampung. Saya mencari tahu terlebih dahulu tempat apa saja yang sekiranya bisa jadi tujuan ketika di sana. Saya akui, sangat takjub akan perkembangan tempat wisata dalam satu tahun belakangan. Perkembangan tersebut bisa jadi didukung dengan semakin banyaknya Mapala yang menjelajahi tempat-tempat baru, meningkatnya daya tarik masyarakat akan dunia traveling, serta mudahnya informasi tempat wisata menyebar melalui media sosial. Sialnya, dari beberapa hari yang saya luangkan untuk traveling, tidak cukup untuk meraup semua tempat tersebut. 😀

Bukit Langara sendiri terletak di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, tepatnya di Kecamatan Loksado. Kurang lebih 30-60 menit dari pusat kota Kandangan. Menuju Bukit Langara tidaklah begitu susah, kita hanya perlu mengikuti jalur menuju desa wisata Loksado. Akses jalan inipun tidak susah, karena memang hanya ada satu jalur. Ditambah jalannya begitu mulus, walau naik turun dan tikungan tajam di mana-mana. Tipikal jalan pegunungan.

Jauh sebelum sampai di Loksado, kita akan menemukan persimpangan. Apabila lurus akan menuju Losakdo dan apbila kita mengambil jalur kanan akan mengarah ke Kecamatan Batulicin. Silakan ambil jalan ke arah Batulicin, dan tidak jauh dari tikungan tersebut terdapat sebuah penanda yang berarti kita tidak jauh dari basecamp Bukit Langara.

Seperti tempat wisata pada umumnya, biaya parkir dipatok lebih mahal. Seharga Rp.5.000,00 untuk sebuah sepeda motor, dan seharga Rp.10.000,0 untuk mobil pribadi.

Biaya masuk tempat wisata sendiri dikenakan Rp.10.000,00 per orang dan sudah termasuk asuransi kecelakaan diri.

Perlu diperhatikan sebelum mendaki Bukit Langara agar mempersiapkan bekal agar tidak merepotkan diri nantinya, seperti air minum dan makanan atau snack. Walau di sekitar lokasi banyak terdapat warung, harganya tentu jauh lebih mahal dari harga pasaran.

Jangan lupa juga untuk menggunakan sepatu ketika mendaki untuk menghindari kaki luka akibat tajamnya bebatuan di sana. Bukan pilihan yang bagus bagi wanita ketika menggunakan sepatu berhak tinggi atau wedges.

Dari puncak Bukit Langara, kita bisa melihat sungai Loksado memanjang persis di bawahnya. Jika beruntung, kita bisa menyaksikan beberapa lanting yang lewat. Salah satu wahana yang ada di desa Loksado, namanya adalah Bamboo Rafting.

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *