Pos III Merbabu
Pos III Merbabu

Menyisir Jalur Selo Menyaksikan Keindahan Gunung Merbabu

Berawal dari open trip pendakian merbabu yang dibuka oleh Bentang Nusantara beberapa waktu lalu, akhirnya salah satu puncak yang ingin ditaklukkan tahun ini bisa dijalankan sesuai perencanaan. Dengan langkah gagah walau badan sudah terasa sangat lelah, saya dan teman-teman akhirnya berhasil mencapai puncak gunung. Kentheng Songo namanya, berada di Gunung Merbabu dengan ketinggian 3.142 mdpl. Pendakian kali ini juga diakhiri dengan pulang ke rumah dengan selamat.

Sejujurnya, ini kali pertama saya mendaki bersama teman-teman yang benar-benar baru, belum dikenal sama sekali. Jangankan kenal, bahkan untuk melihat wajah mereka pun belum sama sekali. Banyak yang mengatakan, ketika kita bertemu orang lain di gunung, tidak peduli siapapun dia, kita merasa bahwa mereka adalah saudara. Dan terbukti, bahwa pendakian selama sehari semalam ini bisa mengubah hubungan kami yang awalnya hanya sebatas kenalan menjadi sebuah hubungan pertemanan. Yang awalnya saling diam, akhirnya tertawa dan tidur (ngorok) berirama, memasak dan makan bersama dan tentu yang tidak ketinggalan, selfie dan groufie juga.

Perlu diktehaui, peserta open trip kali ini berasal dari Kota Bogor dan Jakarta dengan titik temu di Yogyakarta. Berangkat dari Yogyakarta menuju basecamp Selo yang berlokasi di daerah Boyolali. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke tujuan awal. Kebetulan, saya dan tim Bentang Nusantara menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi, sedangkan tim lain menggunakan mobil pribadi. Pada dasarnya, menggunakan sepeda motor jauh lebih cepat, tapi selain memandu mereka mendaki gunung, kami juga harus memandu mereka di jalan raya agar tidak salah arah. Kadang, saling tunggu adalah kegiatan yang membuat perjalanan menuju basecamp Selo sedikit lebih lama.

Dari basecamp Selo, kita mendaki menuju pos III. Pos III ini  kami pilih sebagai tempat untuk mendirikan tenda dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Walau pada awalnya, target camping ground yang kita tuju adalah Sabana II, lalu semakin dekat menuju Sabana I. Pendakian menuju pos III berlangsung selama kurang lebih 4-5 jam. Jangan salah loh, salah satu peserta pendaki ada yang sudah memasuki umur kepala 4, jadi harap maklum jika perjalanan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Selain mendirikan tenda, dari Pos III ini juga kami mempersiapkan segalanya buat summit attack dini hari nanti, baik peralatan maupun energi.

Di Pos III, kita sudah dapat melihat jelas megahnya Gunung Merapi beserta keindahan kawahnya. Pemandangannya yang benar-benar super banget. Benar-benar memanjakan indra penglihatan kita. Ditambah lagi dengan pemandangan matahari terbenam. Lengkap sudah pokoknya. Bikin kita betah berlama-lama di sana dibuatnya.

Keesokan harinya, tepat pukul 3.30 dini hari, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Jalan yang dilewati termasuk ke dalam kategori jalur yang terjal. Tanjakan yang dilalui pun juga tanjakan terjal. Perjalanan menuju Puncak Kentheng Songo dari Pos III memakan waktu 2.5 jam. Tepat pukul 6.00 pagi bertepatan dengan terbitnya matahari, kita sampai di puncak tertinggi Gunung Merbabu. Sedikit telat memang karena ketika kami tiba di sana, matahari sudah berbentuk utuh. Sejatinya, kami menantikan matahari yang sedari awal malu-malu muncul dari horizon bumi.

Sesampainya di puncak Merbabu, kita disuguhi pemandangan yang luar biasa. Kita bisa melihat gunung dan pegunungan yang berjajar di sekeliling gunung Merbabu. Merapi, Sindoro, Sumbing, Lawu, Prau, Andong serta Ungaran dapat kita lihat dari puncak. Betapa Indahnya ciptaanMu ya Allah. Makanya, yuk mari kita syukuri nikmatnya jadi orang Indonesia. Jangan lupa sampahnya dibawa pulang lagi.

Oh ya, jika menuju Puncak Kentheng Songo, jangan lupa juga untuk menyambangi Puncak yang tidak kalah indah, Puncak Trianggulasi. Beruntungnya, posisinya tidak terlalu jauh dengan puncak tertinggi Merbabu. 😉

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *