Omah Backpacker
Omah Backpacker

Omah Backpacker, Penginapan “Gratis” di Malang

Malang merupakan salah satu tujuan wisatawan Indonesia, selain Bali dan Yogyakarta tentunya. Walau pada akhirnya, banyak pelancong yang awalnya menuju Malang malah lebih sering menghabiskan waktu di kota sebelahnya, Kota Batu. Pun begitu, tidak menutup kemungkinan fasilitas komersil di Malang seperti rental kendaraan dan penginapan bakal habis ketika libur panjang tiba.

Tiap orang pasti suka dengan travelling, tapi tiap orang punya gaya travelling yang berbeda. Yang punya duit tumpah ruah pasti akan menghabiskan liburan mewah ala Syahrini. Buat yang keuangannya standart bisa memilih penginapan sekelas melati. Ada juga yang budgetnya super duper minim pasti lebih memilih untuk “liburan nggembel” ala Amrazing. Buat kamu yang masuk tipe terakhir, bisa nyoba datang ke Omah Backpacker kalau datang ke Malang.

— Omah Backpacker

Suatu waktu, berbondong-bondonglah khalayak ramai menyiapkan liburan di perhelatan libur Natal dan Tahun Baru. Imbasnya, rencana perjalanan saya ke Malang yang sedikit mendadak terancam batal. Pasalnya, hampir tidak menemukan penginapan yang pas. Pas di hati dan pas di kantong.

Berbagai kontak rekomendasi kolega sudah saya coba, namun tidak ada yang memberikan kabar yang melegakan dada. Sempat terpikir untuk mencoba Couchsurfing, entah kenapa belum ada yang cocok. Di samping itu, masih ragu juga menggunakan layanan tersebut.

Siapa nyana, siapa sangka. Siapa yang berusaha dan berdoa, akan dimudahkan oleh-Nya. Entah angin apa yang membawa, saya menemukan sebuah tautan menarik di linimasa Facebook. Di teaser tautan tersebut tertera judul, “Penginapan Gratis di Malang”. Tanpa pikir panjang, tidak ragu untuk mengklik tautan tersebut.

Tersebutlah sebuah nama, Omah Backpacker, begitu sang pemilik menyebutnya. Langsung saya menghubungi kontak yang tertera, memastikan bahwa pada saat kami berkunjung ke sana masih ada tempat yang tersisa. Mbak Ajeng, sang pemilik rumah dengan ramahnya menjawab, “Masih ada” dan memberikan beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh calon tamu.

Lokasi

Apabila menggunakan kendaraan umum dan bermula di Terminal Arjosari, maka cukup dengan menumpang angkot berwarna merah menuju Karangploso. Turun di depan Masjid An-Nur sebelah kiri jalan, dan posisi Omah Backpacker persis berada di seberang masjid tersebut.

Benarkah Gratis?

Sengaja kata gratis pada judul saya kutip, yang bermakna tidak ada hal yang benar-benar gratis di dunia. Jadi, apa maksud gratis di atas?

Mbak Ajeng, selaku pemilik rumah singgah ternyata punya cita-cita mulia. Ingin membuat taman baca mini bagi penduduk sekitar desanya. Kita paham, mengumpulkan buku dengan cara membelinya secara langsung, baru atau bekas, bisa dbilang cukup menguras kantong. Itulah kenapa, pada akhirnya Mbak Ajeng membebankan tamu dengan satu buku bekas untuk setiap malamnya. Lebih dari satu buku lebih bagus, kategorinya pun bebas. Asal jangan buku porno aja yaa! 😀

Jadi, gratis di atas bisa bermakna tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, tapi tetap perlu membayarnya dengan barang lain.

Selain itu masih ada beberapa “biaya” yang harus dibayarkan oleh tamu. Berhubung tidak ada petugas kebersihan layaknya penginapan pada umumnya, maka tugas tersebut juga dibebankan kepada tamu sebelum meninggalkan lokasi. 😉

Beberapa aturan lain yang berlaku di Omah Backpacker diambil dari Kaskus:

  • Jaga kebersihan kamar masing-masing. Kalau mau pulang jangan lupa dibersihin ya!
  • Kalau yang nginep cowok dan cewek tolong jangan sampai rumah saya jadi sasaran gerebek Pak RT
  • Jangan merokok di dalam kamar/rumah. Bisa di teras kok!
  • Share di Sosmed/Kaskus/Blog tentang keberadaan Omah Backpacker.

Fasilitas

Bukan sekadar rumah singgah yang hanya menyediakan tempat tidur, rumah ini memberikan fasilitas seperti penginapan umumnya. Di rumah tersebut, terdapat tiga buah kamar, di mana satu kamar biasa dipakai buat keluarga (walau pada dasarnya pemilik jarang tidur di rumah tersebut), dan dua kamar sisanya dapat digunakan oleh tamu.

Santai di ruang tamu
Santai di ruang tamu

Satu kamar bisa menampung empat sampai lima orang. Apabila kelebihan muatan, misal banyak tamu pada hari tertentu, masih bisa tidur di ruang tengah. Atau alternatif terakhir (seperti yang kami lakukan), bisa juga tidur di lantai dua tempat jemuran. Tenang, di sini ada atapnya kok, walau begitu tetap perlu selimut tebal mengingat tempat tersebut merupakan ruangan terbuka, tau sendiri Malang merupakan salah satu kota yang dingin di Indonesia. 😀

Tidur di luar tak masalah kan?
Tidur di luar tak masalah kan?

Selain kamar sebagai fasilitas utama, tersedia juga beberapa fasilitas berikut:

  • Air minum,
  • Kamar mandi,
  • Wi-Fi (wajib kan hukumnya bagi traveler?),
  • Komputer + koneksi internet,
  • TV,
  • dan lain sebagainya.

Oh ya, selain itu, Omah Backpacker juga menyediakan fasilitas rental mobil + supir bagi yang membutuhkan wisata di area Malang. Sayangnya, tidak tersedia rental sepeda motor seperti apa yang saya inginkan waktu itu. 🙁

Kontak & Alamat

Omah Backpacker (Ria/Ajeng)
Jln. Raya Ngepeh No. 17 Ngijo Karangploso, Malang
Telp. 0812.3362.9624 atau WhatsApp 0812.3369.2339

Foto bersama Mbak Ajeng (tengah)
Foto bersama Mbak Ajeng (tengah)

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

14 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *