Foto: Unsplash.com
Foto: Unsplash.com

Pilih Jalan-jalan Sendirian atau Barengan?

Sudah dari setahun yang lalu saya buat rencana untuk backpacker-an sendiri ke pulau Lombok. Sendirian? Iya, sendirian. Ceritanya sih pengen merasakan bagaimana jadinya solo backpacker kayak sepuh saya selama ini, Mbak Trinity, penulis buku dan blog The Naked Traveler. Berhubung saya juga suka fotografi, maka diputuskanlah untuk hiking sekalian di Gunung Rinjani. Nah, habis itu baru exploring pantai-pantai yang ada di sana.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Hari H pun semakin dekat. Saya iseng mencari informasi tentang Lombok. Mulai dari akomodasi yang diperlukan, sampai medan yang harus dilalui saat mendaki Rinjani.

Di sebuah forum, secara tak sengaja saya juga menemukan satu thread ajakan hiking bareng alias open trip. Wah, saya mulai tergoda nih. Tapi kalau dipikir-pikir menarik juga karena estimasi biaya untuk pulang-pergi Jakarta – Lombok cuma 700 ribuan.

Setelah semalaman berpikir keras, saya akhirnya ikutan gabung ke open trip tersebut. Saya sudah menimbang kelebihan dan kekurangannya kalau ikutan open trip. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan ikutan open trip versi saya pribadi.

1. Dapat Banyak Teman Baru

Salah satu keuntungan menjadi backpacker adalah dapat bertemu banyak sekali teman baru di perjalanan.
Salah satu keuntungan menjadi backpacker adalah dapat bertemu banyak sekali teman baru di perjalanan.

Nah, ini penting sekali. Kalian bisa dapat banyak teman-teman baru dari daerah yang berbeda-beda pula. Apakah jalan sendirian alias solo tidak bisa dapet teman-teman baru? Belum tentu. Bahkan dengan solo, kalian bisa dapat teman-teman baru dan mungkin lebih akrab. Dengan menjadi solo backpacker, kalian juga akan lebih aware terhadap situasi di sekitar. Kalian bisa sekadar menyapa bapak-bapak yang duduk di sebelah kanan dan kiri waktu di kapal, atau modusin bule-bule yang mungkin tujuannya juga sama dengan kalian, dan sebagainya.

2. Biaya Lebih Murah Tentunya

Nah, untuk beberapa orang, biaya menjadi sangat krusial. Bagi kalian yang merasa masuk dalam kategori itu, tidak ada salahnya mengikuti open trip karena pasti bisa menekan biaya menjadi jauh lebih murah.

Pastikan juga untuk berpikir dua kali saat masuk ke toko oleh-oleh. Saya sudah sering menjumpai orang-orang yang membeli banyak oleh-oleh dan menyesal beberapa saat kemudian. Intinya, pastikan kalian sudah memperkirakan budget yang akan digunakan untuk membeli oleh-oleh nanti. Boleh kurang, tidak boleh lebih!

3. Bisa Nyasar Barengan

Bagi orang-orang yang suka disorientasi tempat dan waktu, mungkin open trip bisa menjadi pilihan bagus. Jalan barengan bisa meminimalisir itu. Ya paling tidak, nyasarnya juga tetap barengan. Iya kan? 😀

4. Pinjam-pinjaman Barang

Salah satu seni jalan barengan adalah bisa pinjam-meminjam barang. Apapun itu. Mulai dari baju, celana, sampai peralatan mandi. Jujur, awalnya saya agak geli kalau harus meminjamkan handuk yang notabene barang pribadi. Tapi setelah dipikir-pikir, dulu saya juga sering melakukan itu ke sahabat baik saya kalau jalan bersama. 😀

5. Ada yang Mendokumentasikan Perjalanan

Dokumentasi berbentuk foto bukan hanya digunakan untuk sharing pengalaman kamu ke media sosial saja. Foto juga menjadi bukti bahwa setiap orang bisa melakukan apa saja asalkan ia berusaha.
Dokumentasi berbentuk foto bukan hanya digunakan untuk sharing pengalaman kalian ke media sosial saja. Foto juga menjadi bukti bahwa setiap orang bisa melakukan apa saja asalkan ia berusaha.

Foto dokumentasi sepertinya salah satu hal wajib saat traveling. Hanya saja, berhubung saya orangnya malas kalau harus motret-motret yang tidak penting. Apalagi setiap jalan dikit minta foto, jalan dikit minta foto lagi. Ah, saya jadi tidak bisa fokus motret untuk bahan Blog dan Flickr. Tapi tenang, dengan jalan barengan, pasti ada anggota lain yang inisiatif buat dokumentasiin bahkan sampai dibuat VidPer (Video Perjalanan). Dan pada akhirnya, kalian tinggal minta aja deh.

Selain kelebihan, tentu saja juga terdapat kekurangan.

1. Kalian Tidak Bisa Egois

Salah satu tidak enaknya jalan bersama itu adalah tidak boleh egois. Misalnya saat pagi hari kalian ingin sekali sarapan soto, tapi ternyata teman-teman lain tak setuju dan lebih memilih nasi goreng. Ya apa boleh buat, demokrasi harus tetap ditegakkan. Kalian hanya bisa membayangkan rasa nasi goreng di depan kalian itu berubah jadi gurihnya semangkuk soto.

2. Bukan Berarti Lebih Aman

Pastikan kamu mengetahui jalur yang akan kamu pakai ketika mendaki gunung. Gunung bagaikan pisau bermata dua, keindahannya dapat membius kamu yang tidak waspada.
Pastikan kalian mengetahui jalur yang akan dilalui ketika mendaki gunung. Gunung bagaikan pisau bermata dua, keindahannya dapat membius kalian yang tidak waspada.

Banyak yang salah kaprah dan menganggap kalau jalan barengan akan lebih aman daripada sendirian. Belum tentu. Pernah dengar kejadian memilukan ketika seorang remaja perempuan tewas di Gunung Gede karena kelalaian semua anggotanya?

Saran saya, saat kalian akan mengikuti open trip, cari penyelenggara yang sudah cukup berpengalaman dan membatasi jumlah anggota tidak lebih dari 5 orang. Ini akan membantu kalian untuk meminta pertolongan saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Susahnya Bersosialisasi dengan Anggota Lain

Mungkin karena banyaknya anggota yang ikut saat open trip, kalian hanya bisa mengenal dengan baik beberapa orang saja. Berbeda jika anggota yang ikut tak lebih dari 5 orang, keakraban akan jauh lebih dalam dan terjaga. Ini tentunya akan bepengaruh terhadap proses perjalanan nanti kan?

***

Rasanya cukup itu kelebihan dan kekurangan ikutan open trip versi saya sendiri. Poin-poin di atas tidak sepenuhnya benar dan akan berbeda-beda tiap orangnnya. kalau ada yang mau menambahkan hal-hal apa saja yang buat kalian lebih memilih jalan barengan dibanding solo, atau bahkan sebaliknya, silakan tulis saja di kolom komentar bagian bawah.

Saya tunggu ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *