Simpang Lima Semarang
Simpang Lima Semarang

Sehari Di Semarang? Ini Loh Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi

Jika ditanya, “Cukupkah menjelajahi Kota Semarang hanya dalam waktu satu hari?”, maka dengan lantang saya jawab tidak.

Pun nyatanya, tak semua orang punya waktu luang untuk mengeksplor semua destinasi. Itulah kenapa, saya membatasi beberapa tempat wisata di Semarang agar cukup dikunjungi hanya dalam satu hari, kurang dari 24 jam.

Lawang Sewu

Rasanya berkunjung ke Semarang tanpa mampir ke Lawang Sewu bagai sayur tanpa garam. Obyek wisata yang terletak di komplek Tugu Muda, Jl. Pemuda Semarang, Jawa Tengah ini sangat mudah untuk dijangkau, hanya dengan membayar Rp.10.000 per orang, kamu sudah bisa menjelajahi setiap sudut obyek wisata ini.

Lawang Sewu
Lawang Sewu siang hari, tak seseram yang kita bayangkan

Beroperasi dari pukul 06.00 – 21.00, wisata sejarah ini mampu menarik perhatian banyak wisatawan yang sedang berada di Kota Semarang. Bagi yang ingin berwisata sambil menguji adrenalinnya, kamu bisa datang di malam hari.

Sebagai tips, ada baiknya menggunakan jasa pemandu seharga Rp.30.000 – Rp.50.000 rupiah untuk mengetahui rincian sejarah Lawang Sewu.

Masjid Agung

Masjib Agung yang terletak di Jalan Gajah Raya, Gayamsari, Kota Semarang ini mulai dibangun sejak tahun 2001. Dibangun dengan arsitektur mewah, Masjid ini mampu menarik banyak wisatawan untuk mengunjunginya meskipun hanya sekadar untuk beribadah.

Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah

Selain dibangun dengan arsitektur megah, bangunan masjid ini juga memiliki 6 payung yang akan dibuka di waktu tertentu, seperti Masjid Nabawi dan Madinah di Arab Saudi.

Cukup dengan membayar parkir saja, kamu sudah bisa masuk di area masjid ini, tapi ingat, ini masjid, jadi jaga sikap dan perilaku juga ya.

Jangan lupa, uji ketahanan telapak kaki kamu dengan berjalan dari batas suci menuju bangunan utama masjid pada siang nan terik.

Sam Poo Kong

Kuil Sam Poo Kong atau sering disebut Gedung Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang. Menjadi salah satu obyek wisata yang tidak boleh terlewatkan. Obyek wisata ini mampu menarik perhatian banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Sam Poo Kong
Sam Poo Kong

Setiap sudut klentheng ini didominasi warna merah, kental dengan bangunan khas Tiongkok dan membuat kamu serasa berada di sana.

Harga tiketnya pun tak begitu mahal, cukup dengan membayar Rp.5.000 saja, kamu sudah bisa menikmati setiap sudut obyek wisata ini. Murah ya?

Kota Lama

Kota Lama, –yang kental dengan bangunan ala eropa– dulunya merupakan sebuah kawasan yang dipenuhi beberapa bangunan sebagai pusat ekonomi di Semarang. Sampai sekarang pun, beberapa gedung di sana masih dimanfaatkan sebagai lahan mencari nafkah, seperti pabrik rokok, ada juga yang disulap menjadi kafe dan bar.

Kawasan Kota Lama
Kawasan Kota Lama, Spiegel Building

Bangunan-bangunan vintage tersebut kini dijadikan sebagai obyek wisata sejarah nan eksentrik. Beberapa tempat di sana, merupakan area yang digemari banyak wisatawan terutama yang menyukai fotografi karena lokasinya yang fotogenik.

Di sekitaran Kota Lama juga terdapat beberapa penjual barang antik yang cocok dijadikan pajangan. Ya hanya pajangan, karena beberapa di antaranya sudah tidak berfungsi termakan usia. Kamu tak harus membeli barang tersebut jika memang tak butuh. Tapi, usahakan menyisihkan sebagian uang jika memoto beberapa barang di sana.

Kota Lama Semarang
Makin lawas, makin mahal

Jika berkunjung ke kawasan Kota Lama, cobalah untuk mencicipi Sate & Gule Kambing 29. Rasanya sedap, harganya pun tak kalah mantab. Kamu bisa mendapatkan seporsi sate buntel mulai dari harga Rp.60.000.

Sate Buntel
Sate Buntel

Simpang Lima, Semarang

Jika ke Semarang, rasanya masih sangat kurang jika tidak mengitari kawasan Simpang Lima. Berada di tengah pusat kota, kawasan ini seringkali dijadikan kawasan favorit keluarga bagi yang baik tinggal atau hanya sekadar mampir di kota Semarang.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan di sana (khususnya pada malam hari), seperti naik sepeda dan becak yang dihiasi dengan lampu neon cantik. Selain itu, ada beberapa pedagang yang juga menjajakan mainan yang diterbangkan dengan lampu LED, balon gelembung, sampai pengamen yang kadang menyebalkan.

Simpang Lima, Semarang
Lebih ramai saat malam hari

Simpang Lima merupakan tujuan penutup bagi saya. Sembari menikmati makanan ringan yang dibawa dari hotel, saya juga menikmati lantunan nyanyian khas dari seorang pengamen jalanan. Ditambah, pemandangan langit malam yang warna-warni karena banyak mainan yang diterbangkan pada waktu itu. Ah Syahdu.

5 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *