Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran

Tiga Hari di Banyuwangi? Berikut Tempat Wisata yang Bisa Kalian Sambangi

Beberapa tahun yang lalu, jika seseorang berkata “Mau ke Banyuwangi”, kebanyakan dari mereka umumnya pulang kampung atau tujuan lainnya karena urusan bisnis. Sekarang, ceritanya berbeda. Banyak perubahan yang terjadi di sana, khususnya dalam hal pariwisata yang identik sebagai tujuan utama jika berkunjung ke kota yang dijuluki sebagai “Sunrise of Java“.

Pemerintah setempat sedang berusaha keras mengembangkan pariwisata lokal. Terbukti usaha tersebut membuahkan hasil yang maksimal. Hal ini diindikasikan dengan diraihnya penghargaan The Winner of Re-Inventing Goverment in Tourism dalam kategori Innovation in Public Policy Governance (Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan) dalam ajang United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Awards ke-12 yang berlangsung di Madrid, Spanyol.

***

Ada banyak destinasi yang bisa kalian sambangi di Banyuwangi, selain Ijen tentunya. Nah, biar tidak salah arah dan waktu, berikut tempat wisata yang bisa dimasukkan ke daftar tujuan apabila berkunjung ke Banyuwangi selama tiga hari.

Berdasar pengalaman pribadi, semua titik awal keberangkatan bermula dari rumah singgah backpacker yang dikelola oleh Mas Rahmat. Adapun transportasi yang digunakan adalah sepeda motor yang juga dapat disediakan oleh rumah singgah tersebut. Usahakan selalu berangkat pagi hari sekali, mengingat butuh waktu yang banyak untuk mencapai tiap lokasi.

Hari Pertama

Tujuan utama hari pertama adalah Baluran. Namun karena jalannya menyusuri pesisir timur, otomatis ada beberapa pantai yang bakal dilewati.

Pantai Watu Dodol

Salah satu yang paling umum adalah Pantai Watu Dodol. Posisinya yang persis di pinggir jalan raya tentu tidak menyulitkan akses menuju sana.

Pantai dengan pasir hitam ini dikelola dengan baik, penampakannya pun bersih. Beberapa lampion bergelantungan di antara pohon kelapa, sebagai pelengkap hiasan panggung besar di pinggir pantai.

Bonusnya, kita bisa melihat Pulau Bali di seberang pantai, sebegitu dekat kah?

Bangsring Underwater

Berjalan ke utara, kalian bakal menemukan papan petunjuk menuju Bangsring. Kalau ada waktu dan kesempatan, sempatkan mampir ke sini.

A photo posted by dadang (@dadang2027) on

Di sini, kalian berkesempatan untuk melihat keindahan bawah laut dengan snorkeling. Untuk saat ini masih gratis, tapi sewa perahu dan alat snorkeling seperti pelampung  tentu dikenakan biaya.

Baluran, Savana Afrika-nya Indonesia!

Inilah tujuan utamanya!

Taman Nasional Baluran sendiri pada dasarnya bukan berada di Banyuwangi, Situbondo lebih tepatnya. Namun, tidak terlalu jauh (menurut saya) mencapainya jika bertolak dari Banyuwangi. Hanya butuh waktu dua jam untuk sampai sana.

A photo posted by Bentang Nusantara (@bentara.id) on

Satu jam pertama, jalan protokol yang kita lewati begitu mulus. Begitu memasuki Taman Nasional, sepanjang 17 kilometer jauhnya, jalan yang kita lalui begitu menantang. Apalagi jika hujan menerpa, becek di mana-mana.

Ingat kan, untuk mendapatkan hal yang indah, butuh perjuangan maksimal untuk menggapainya. Perjalanan menuju Baluran yang melelahkan terbayar lunas ketika kita sampai sana. Coba deh sesekali rekam ekspresi kalian ketika pertama kali melihat Savana Bekol di sana, pasti begitu takjub. 😉

Siapkan pantat dan tenaga yaa! 😀

Pantai Bama, Destinasi Favorit di Baluran

Pantai Bama masuk dalam Taman Nasional Baluran. Jadi, jika berkunjung ke Savana Bekol, klimaksnya ya ke Pantai Bama ini. Tidak jauh kok dari Savana Bekol, hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke ujung utara Baluran.

Bibir pantainya memang tidak terlalu besar, terdapat banyak pohon yang rindang. Pantainya sendiri nampak hijau, rimbun ditumbuhi oleh mangrove. Tidak ketinggalan juga, di sisi selatan Bama, terdapat mangrove trail; semacam jalan/jembatan yang dibuat untuk melintasi hutan mangrove tanpa harus basah-basahan.

Hari Kedua

Jika hari sebelumnya menuju utara, tujuan hari ini bertolak belakang, ke selatan. Perjalanan ke Pulau Merah memang cukup dua jam, tapi ekstra dua jam untuk sampai ke Teluk Ijo dengan jalan yang tidak mulus. Tak hanya dua pantai tersebut, di tengah perjalanan menuju Teluk Ijo sebelum masuk ke Taman Nasional Meru Betiri terdapat sebuah pantai yang juga bagus, Pantai Pancer.

Pantai Pancer

Awalnya, kami mengira ini adalah Teluk Ijo. Dasarnya, air lautnya memang berwarna kehijauan. Beberapa saat kemudian timbul pertanyaan, “Kok aksesnya gampang? Nggak, seperti yang dibilang orang?” Bagusnya, kami tidak berhenti di situ, melanjutkan perjalanan sampai benar-benar menemukan Teluk Ijo.

Saat kembali ke penginapan dan berdiskusi ke pengelola, barulah kami tau kalau namanya adalah Pantai Pancer.

Permata di Selatan Banyuwangi, Teluk Ijo (Green Bay)

Melewati jalan PT. Perkebunan Nusantara masih nyaman, jalannya mulus, lebar, dan sepi. Tapi ketika masuk ke Taman Nasional Meru Betiri, aksesnya sungguh sulit. Sulit saja tidak cukup, ditambah jauh pula. Seringkali, kita dibuat bingung oleh persimpangan tanpa petunjuk jalan menuju Teluk Ijo.

A photo posted by Bentang Nusantara (@bentara.id) on

Sampai di lokasi parkir, belum selesai perjuangan kita. Masih butuh sekitar 15-20 menit lagi untuk trekking ke teluk.

Ah, untungnya tidak capek-capek amat ketika menuju sana, karena di tengah asiknya berjalan kaki, kalian bakal menemukan pantai lain, Pantai Batu. Alih-alih pantai biasanya dibatasi pasir, ini dikelilingi oleh batu, alami lagi.

Pantai Batu
Pantai Batu

Berburu Sunset di Pulau Merah

Bisa dipastikan kembali dan keluar dari Taman Nasional Betiri sudah sore hari. Inilah waktu yang tepat untuk menuju Pantai Merah, berburu sunset di sana.

Pantainya ramai. Banyak penginapapan dan warung di sana, tak ketinggalan juga payung dan tempat istirahat bertebaran di bibir pantai.

Yang khas dari Pulau Merah adalah terdapat sebuah pulau-pulau di seberang pantai. Bahkan, ada satu pulau yang bisa dijamah saat kondisi air lagi surut.

Hari Ketiga

Hari ketiga, tak banyak yang bisa dikunjungi. Alasannya, tujuan utama yang berupa Alas Purwo lumayan jauh untuk dijangkau. Selain itu, tak banyak tempat wisata lain yang dilewati sembari menuju ke sana.

Ada alasan lain? Persiapan pulang. 😀

Taman Nasional Alas Purwo, Angker Namun Bikin Penasaran

Tak banyak yang bisa dijelaskan, sejujurnya saya sendiri dapat saran untuk mengunjungi tempat ini. Tapi, berhubung waktu tidak memungkinkan, masih ada utang ke Banyuwangi lagi, bertandang ke Alas Purwo.

Loh, Lantas Ijen-nya Kapan?

Saat yang tepat menuju Ijen adalah tengah malam, sekitar jam 23.00 sampai dengan jam 24.00. Dari titik keberangkatan sampai dengan lokasi dibutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan. Masih perlu mendaki lagi sekitar dua sampai dengan empat jam, tergantung tenaga dan kondisi tubuh. Saat kembali lagi ke penginapan, jam sudah menunjukkan pukul 09.00.

A photo posted by SIR Travel (@sir_travel) on

Berbekal dari pengalaman tersebut, kalian bisa mengira-ngira kapan waktu yang tepat menuju Ijen. Mari kita bikin asumsi:

1. Jika berangkat di hari pertama, kondisi badan masih fit karena bisa istirahat setelah pulang dari Taman Nasional Baluran. Kalau tepat waktu, selepas magrib sudah tiba di penginapan. Tapi, itinerary hari kedua dipastikan batal. Atau, kalau kalian memaksakan diri tetap berangkat, hasilnya akan sangat menguras tenaga.

2. Jika berencana ke Ijen di hari kedua, kemungkinan hanya jadi wacana. Perjalanan selepas dari Teluk Ijo begitu melelahkan

3. Hari ketiga adalah waktu yang efektif untk menuju Ijen. Namun, jatuhnya molor sehari, jadinya empat hari di Banyuwangi.

So, pilihan ada di tangan kalian. 🙂

Selamat menjelajahi Banyuwangi! 😉

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

6 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *