Puncak Gunung Merapi
Puncak Gunung Merapi

Tragedi Erri di Merapi: Tinggalkan Dunia dari Puncak Jagat

Jakarta, CNN Indonesia — Keinginan Erri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta berusia 21 tahun, sederhana saja: berfoto di ketinggian gunung yang ia daki. Namun hasrat itu menjadi luar biasa karena lokasi yang ia tuju ialah Puncak Garuda –titik tertinggi Gunung Merapi nan berbahaya yang kerap menjadi incaran para pendaki.


Seorang pendaki asal Semarang, Muhammad Chamdun, dalam blog pribadinya catatanhariankeong.com menceritakan pemandangan di puncak Merapi amat menakjubkan sekaligus mengerikan. Asap dan gemuruh kawah begitu menyeramkan. Namun dari puncak jagat itu, terlihat kota-kota seperti Yogya, Boyolali, dan Magelang menghampar di kaki langit. Belum lagi bonus Gusti Allah untuk mata manusia fana: panorama matahari kemerahan yang terbit di ufuk timur. Sungguh luar biasa.

Jay Noviyana yang menuliskan pengalamannya mendaki Merapi di d’Travelers Stories Detik Travel, Senin (11/5), menceritakan betapa ia gemetar melihat Puncak Garuda atau Puncak Tusuk Gigi –lokasi yang dituju rekan pendakinya, Vityan. Puncak itu pula yang menjadi titik terakhir Erri Yunanto menatap dunia, Sabtu (16/5).

Bagi Jay, Puncak Merapi saja sudah demikian mengerikan, apalagi Puncak Garuda. Jay mengisahkan ia merinding ketika melihat kawah yang sangat dalam dari Puncak Merapi, tanpa ada pengaman atau penghalang yang membatasi tebing. Di sana, hanya kewaspadaan yang menuntun para pendaki menuju keselamatan.

Sementara di Puncak Garuda, kengerian yang melingkupinya lebih lagi. Puncak itu menjulang tinggi dikelilingi kawah. Satu-satunya jalan menuju puncak di bibir kawah Merapi itu ialah dengan merayap di tebing.

Persoalannya bagi Jay saat itu, Vityan ingin mendaki Puncak Garuda dan Jay ‘bertugas’ mengambil gambar Vityan saat berada di puncak. Jay dan Vityan sesungguhnya solo traveler. Mereka tak sengaja bertemu di tengah pendakian ke Merapi dan memutuskan untuk mendaki bersama.

Syukurlah, tulis Jay, Vityan akhirnya mengurungkan niat mendaki Puncak Garuda karena melihat dia gemetar. Belum lagi angin saat itu cukup kencang. “Aku bersyukur sekali karena tidak jadi mengambil gambar dia di atas puncak itu, di tempat yang sangat aku takuti,” kisah Jay.

Namun kisah berbeda terjadi pada Erri Yunanto. Kebahagiaannya memandang dunia dari Puncak Garuda disusul tragedi. Erri terpeleset ketika hendak turun, lalu terjatuh dan terguling menuju kawah sedalam 200 meter yang tengah menguarkan asap belerang pekat.

Setidaknya dua orang sempat mengambil foto Erri ketika dia berada di puncak jagat sebelum terpelanting ke kawah. Pertama ialah rekan mendaki Erri, Dicky. Kedua adalah Bagus Deni, pendaki lain yang tak termasuk rombongan Erri namun kebetulan berada di lokasi dekat mereka saat petaka terjadi.

Sabtu malam, beberapa jam setelah Erri terjatuh ke kawah Merapi, Bagus Deni mengunggah foto Erri di akun Instagram-nya, @bagusdeni. “Turut bersedih hati kepada teman kita yang saya jumpai tadi di Gunung Merapi. Ini adalah foto sebelum dia terjatuh dari puncak ke dalam kawah Gunung Merapi,” tulis Deni dalam keterangan foto itu.

Masih di keterangan foto itu, Deni juga menuliskan, “Janganlah menantang alam. Gunung bisa menjadi teman, tetapi juga bisa mematikan. Janganlah ceroboh. Ingatlah puncak hanyalah bonus. Salam lestari.”

Belakangan keterangan Deni pada foto itu ia ubah seiring banyaknya komentar yang bermunculan dari pengguna jagat maya. “Yang kita perlukan hanyalah berdoa agar Mas Erri bisa cepat ditemukan dengan selamat dan bisa kembali lagi ke keluarga dan rekan-rekannya,” tulis Deni.

Dicky, rekan Erri yang juga mengambil gambarnya di Puncak Garuda, menceritakan bahwa sebelum Erri, ada pendaki lain yang telah berhasil mencapai puncak itu dan turun dengan selamat. Setelah pendaki sebelumnya turun, barulah Erri naik ke Puncak Garuda.

Sebelum mendaki Puncak Garuda, ujar Dicky, Erri sempat diingatkan oleh pendaki lain. “Jika ingin naik, jangan ragu-ragu. Kalau ragu, tak usah saja,” kata Dicky mengulangi ucapan pendaki itu. Dicky sendiri tak ikut naik ke Puncak Garuda. “Saya takut,” ujarnya.

Tapi Erri mantap naik. “Itu sudah dia niatkan dari rumah,” kata Dicky. Sayangnya ketika sudah mencapai puncak dan bertofo di ketinggian jagat, saat hendak turun Erri justru dihinggapi keraguan. Saat itulah bencana membayang di depan mata.

Dicky yang mengetahui keraguan Erri lantas berupaya menjaga kawannya itu dengan mencegat di depan dia. Nahas, sementara Dicky berjaga di depan Erri, Erri justru terpeleset dan terperosok ke sisi kanan Puncak Garuda, lantas terguling-guling ke dalam kawah.

Erri bukannya awam sama sekali soal pendakian. Ia beberapa kali mendaki gunung. Satu bulan lalu misalnya ia bertualang ke Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto-fotonya di Rinjani menghiasi akun Instagram-nya, @erriyunanto. (Lihat foto-foto Erri di tautan ini)

Meski Erri telah menjelajah hingga ke Lombok, namun mendaki ke Gunung Merapi yang dekat dengan tempat tinggalnya di Sleman, Yogyakarta, menurut Dicky, justru baru pertama kali ia lakoni pada akhir pekan lalu nahas itu.

Hobi menjelajah

Erri Yunanto seorang penjelajah. Di tiap pengembaraan, ia selalu meluangkan waktu untuk memotret. Cukup melongok akun Instagram-nya sejak Desember 2013 hingga terakhir 9 Mei 2015. Di sana terhampar berbagai pemandangan alam menakjubkan, mulai dari hutan, laut, air terjun, hingga gunung yang menjadi kecintaannya.

Berkelana dan mengabadikan apa yang ia lihat. Itulah Erri. “Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahi dan jangan takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya,” tulis Erri saat mengunggah salah satu foto pendakiannya, 8 April 2015.

“Kelak semua akan terlihat kecil di hadapan Tuhan,” tulis Erri lagi 18 hari kemudian, 26 April, ketika mengunggah gambar deretan pegunungan di kaki langit.

Mundur lagi sebulan, 26 Maret, Erri mengunggah foto saat ia dan rekannya berada di puncak Gunung Rinjani tujuh bulan sebelumnya. “16 Agustus 2014. Akhirnya kami duo Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) berhasil mengejar sunrise dan melakukan summit (pendakian) ke puncak tertingi ketiga di Indonesia. Terima kasih Tuhan telah kau beri nikmat, kesempatan, serta keselamatan. Dengan ini kami sudah berteman dengan Dewi Anjani. Terima kasih,” tulis Erri pada keterangan di foto itu.

‘Dewi Anjani’ yang dimaksud Erri tersebut konon putri raja nan jelita penguasa Gunung Rinjani dan segala makhluk gaib di dalamnya. Sang Dewi diyakini masyarakat setempat menjaga Danau Segara Anak di gunung yang mereka anggap sebagai tempat yang disucikan itu.

Pada 27 Maret, Erri kembali mengunggah foto Gunung Rinjani nan memukau, saat matahari terbit mulai bergerak ke atas dan sinar hangatnya membelai pegunungan berselimut awan. “Biarlah kekayaan alam kita tersimpan sampai nanti putra-putra bangsa ini mampu mengolahnya sendiri – Soekarno” tulis Erri mengutip ucapan Presiden RI pertama, Soekarno, pada keterangan foto itu.

Foto-foto Rinjani yang luar biasa menawan itulah yang mungkin ingin didapat Erri di atas Merapi, sampai ia meniatkan hendak mengambil gambar di Puncak Garuda.

Potret dunia dari atas Merapi dalam penglihatan Erri, telah ia dapat. Namun tak seperti foto-foto sebelumnya yang dia bagikan lewat jagat maya dan mengundang decak kagum khalayak, foto kali ini hanya Erri yang tahu.

Visual itu tersimpan rapi untuk Erri, bersama jatuhnya ia ke kawah Merapi. Tubuh Erri ditemukan Tim SAR Gabungan Senin siang (18/5) dalam kondisi tak bernyawa.

Dunia bagai fatamorgana bagi makhluk fana. Selamat jalan Erri. Semoga damai menyatu bersama semesta yang kau kagumi.

Sumber: CNN Indonesia

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *