Gunung Andong
Gunung Andong

Traveling Sehat Saat Puasa

Perut kosong dan tenggorokan kering bukanlah hambatan bagi kalian yang ingin menikmati keseruan hidup. Bulan puasa juga tidak menganjurkan kita untuk terus berdiam diri di rumah. Malah sebaliknya, kita dianjurkan untuk keluar dan melakukan aktivitas kita sehari-hari dengan normal, termasuk melakukan traveling.

Kegiatan traveling pada bulan puasa memang akan sedikit menantang. Dibutuhkan daya tahan tubuh dan stamina yang kuat karena asupan makanan dan cairan ke dalam tubuh ditunda hingga datangnya waktu magrib. Tetapi bukan berarti hal ini mengurangi keseruan dari traveling itu sendiri. Ketahuilah caranya agar traveling kalian tetap menyenangkan.

Berikut beberapa tips yang dapat kalian ikuti sebelum memulai traveling saat puasa.

1. Konsumsi Makanan Sehat Penuh Gizi dan Nutrisi saat Sahur

Pagi kalian kali ini akan berbeda. Tidak ada lagi sarapan atau kopi di pagi hari. Semua konsumsi makanan akan dialihkan pada jam tiga pagi, yang merupakan waktu sahur sebagai syarat sahnya puasa.

Karena itu, konsumsilah makanan dengan asupan gizi dan nutrisi yang tinggi. Jangan makan ala kadarnya, karena tubuh kalian kali ini benar-benar memerlukan energi yang banyak untuk kegiatan traveling. Pastikan energi dari makanan tersebut bisa kalian andalkan hingga datangnya buka puasa nanti. Jika perlu, tambahkan multivitamin dalam menu sahur kalian. Multivitamin terbukti dapat menjaga daya tahan tubuh dan juga menambah stamina tubuh seseorang.

2. Manfaatkan Transportasi Sebaik Mungkin dan Kurangi Berjalan

Memang, tidak ada yang lebih menyenangkan dari berjalan kaki saat traveling, karena kita lebih leluasa menikmati suasana sekitar. Namun, hal yang demikian lebih baik dihindari jika kalian memutuskan untuk traveling saat puasa. Alasannya cukup jelas, energi yang dikeluarkan dengan berjalan kaki cukup besar, sedangkan tubuh kalian tidak mendapatkan energi pengganti hingga waktu buka puasa nanti, sementara masih banyak tempat lain yang harus kalian kunjungi.

[box]Baca juga: Olahraga Ringan Selama Puasa[/box]

Oleh karena itu, ada baiknya kalian memanfaatkan transportasi yang tersedia. Jika jaraknya sedikit lebih jauh, kalian bisa menggunakan becak atau ojek sebagai alternatif. Ini terdengar sedikit lebih boros, tetapi merupakan keputusan yang bijak daripada kalian harus mengorbankan puasa dengan membatalkannya karena kehabisan tenaga.

3. Bawalah Payung ke Mana Pun Tujuan Kalian

Bulan puasa kali ini jatuh pada musim kemarau. Matahari sedang terik-teriknya menyinari bumi. Cuaca menjadi sangat panas sekali. Payung dapat membantu kalian mengurangi penguapan cairan tubuh yang dampaknya adalah dehidrasi.

4. Sedia Coklat dan Air Minum

Kedua makanan di atas berfungsi sebagai takjil darurat. Terkadang tempat makan di daerah wisata sangat penuh dengan orang-orang, atau bisa juga kalian terjebak macet menuju ke tempat makan. Nah, kedua makanan tersebut bisa kalian andalkan sebagai pengganjal perut. Coklat merupakan makanan terbaik untuk memulihkan tenaga kalian dan air mineral merupakan sumber mineral utama yang diperlukan tubuh agar tidak dehidrasi.

[box]Baca juga: Makanan Praktis & Sehat Selama Traveling[/box]

Setelah menemukan tempat makan, berbukalah dengan yang manis dan jaga perut agar tidak terlalu kenyang. Perut yang terlalu kenyang dapat menyebabkan kantuk dan malas dengan lebih cepat. Tentunya kalian tidak mau rencana destinasi berikutnya berakhir begitu saja hanya karena kalian terlalu malas untuk bergerak.

5. Hindari Traveling Seorang Diri

Traveling seorang diri memang sangat menyenangkan karena kalian dapat lebih bebas menentukan ke mana akan pergi. Namun hal ini sangat tidak disarankan untuk dilakukan saat bulan puasa. Ada banyak sekali tantangan yang harus kalian lalui saat bulan puasa, bangun sahur misalnya. Dengan adanya teman, kalian bisa membangunkan satu sama lain.

Ingat, makan sahur adalah adalah yang terpenting. Ini merupakan kesempatan kalian untuk mengisi tenaga sebagai bekal traveling.

6. Siapkan Uang Receh untuk Sedekah

Bulan puasa adalah bulannya ibadah. Kita bukan hanya harus sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Dengan melakukan traveling, bukan berarti kita membatasi ibadah, justru sebaliknya, banyak kebaikan kecil yang bisa kalian berikan kepada orang lain di sepanjang perjalanan traveling kalian.

Ambil semua uang receh yang bisa kalian temukan di rumah atau kantong celana. Taruh uang tersebut di tempat yang bisa kalian akses dengan mudah, seperti di bagian luar dari tas.

Kalian dapat memanfaatkan uang receh tersebut sebagai sarana untuk bersedekah dengan memberi beberapa pengemis yang kita temui sepanjang jalan. Berilah dengan tulus dan ikhlas dan benar-benar niat untuk beribadah.

7. Bawa Alat Ibadah

Jangan pernah mengandalkan pakaian yang menempel di tubuh untuk kalian pakai sebagai beribadah. Pada saat traveling, kalian melakukan banyak aktivitas, sehingga besar kemungkinan pakaian yang kalian kenakan sudah terkena najis. Karenanya, bawalah baju ganti, sarung dan mukena yang suci sebagai alat untuk beribadah.

Akan lebih baik lagi jika kalian bisa menyempatkan diri mengejar salat berjamaah di setiap waktunya. Dengan salat berjamaah, kalian bisa tahu keramahan warga lokal, karena biasanya di waktu tersebutlah interaksi antar muslim terbentuk. Biasanya, akan ada kultum singkat seusai salat magrib berjamaah. Luangkan waktu sejenak untuk mendengarkan, karena itu adalah sebagian dari ibadah.

8. Istirahat yang Cukup

Last but not least, adalah istirahat yang cukup dan berkualitas. Setelah seharian melakukan aktivitas berat, saatnya membaringkan tubuh kalian dan menikmati empuknya kasur hotel. Tidur memberi kesempatan tubuh kalian untuk melakukan recovery. Masih ada hari esok dari traveling yang akan kalian lalui. Pastikan tubuh kalian bangun dengan segar di waktu sahur.

Itulah beberapa tips traveling saat puasa. Boleh bersenang-senang, tetapi ibadahnya jangan sampai lupa, ya. Semangat! 😀

Bentang Nusantara

Berdiri sekokoh cemara. Berlari selincah rusa. Membentang seluas Nusantara.

Tinggalkan Balasan