Sekipan
Sekipan

Wajah Baru Bumi Perkemahan (Buper) Sekipan

Karanganyar, Tawangmangu khususnya, merupakan salah satu destinasi yang cukup ramai dikunjungi, apalagi menjelang libur panjang akhir pekan. Berada di area kaki Gunung Lawu dengan ketinggan 1.000+ meter lebih di atas permukaan laut, membuat suasana daerah tersebut cukup dingin.

Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi jika kamu berwisata di sana, beberapa di antaranya adalah Grojogan Sewu, perkebunan stroberi, Telaga Sarangan, dan Bumi Perkemahan (Buper) Sekipan.

Dari beberapa tempat wisata yang saya sebutkan, Buper Sekipan merupakan salah satu tempat yang favorit. Tidak peduli sudah berapa kali saya mengunjunginya, setiap ada ajakan ke camping, selama kondisi memungkinkan, akan selalu saya jawab “Ya, kita berangkat ke Sekipan”.

Buper Sekipan sendiri merupakan salah satu wana wisata yang cukup ramai didatangi wisatawan luar kota. Menjadi pilihan tepat bagi keluarga yang ingin camping pada tempat dengan fasilitas yang memadai. Di akhir pekan, seringkali ada kegiatan kelompok yang diadakan di Buper Sekipan, seperti PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) Pramuka misalnya.

***

Desember ini (2016), sudah terhitung kali kelima saya mengunjungi Sekipan. Ada banyak perubahan yang terjadi semenjak kali pertama (2014) saya mengunjunginya. Bukan hanya harga yang naik, fasilitas dan pelayanan pun terus ditingkatkan. Dari yang awalnya hanya berupa camping ground, kini Sekipan mulai mengubah tampilannya menjadi area serbaguna. Tak hanya digunakan untuk sekadar memasang tenda, kita juga melakukan kegiatan lain seperti training dan outbond di sana.

Peta Wana Wisata Sekipan
Peta Wana Wisata Sekipan

Apa saja yang baru di Buper Sekipan?

Jalan Masuk yang Semakin Bagus

Ya, jalan dari gerbang Buper Sekipan (pinggir Jalan Raya Tawangmangu) yang awalnya berupa bebatuan, kini sudah mulus dengan bahan dasar semen. Di beberapa titik memang terdapat kerusakan karena seringnya digunakan, tapi tetap lebih nyaman digunakan dibandingkan dengan dua tahun yang lalu.

Ada suasanya yang berbeda pula jika kita melalui jalan tersebut. Jika dahulu lebih banyak perkebunan sayur yang kita lihat di kiri maupun kanan jalan, sekarang sudah berganti dengan bangunan yang difungsukan sebagai penginapan, area outbound, sampai dengan kafetaria.

Camping Ground

Beberapa tahun yang lalu, camping ground masih ditumbuhi oleh berbagai macam jenis rumput dan tanaman liar. Saking suburnya tanaman liar di sana, saya baru menyadari kalau ada Candi Sekar Jinggo setelah beberapa kali kunjungan. Kini, camping ground sudah rapi dan nampak lebih luas dengan dibabatnya beberapa tumbuhan liar. Hanya saja, wilayah sekitar nampak kurang hijau jika dipnadang mata. Efek positifnya, berkurangnya populasi nyamuk dan lintah.

Camping Ground
Salah satu blok camping ground Sekipan

Di Bumi Perkemahan Sekipan, kita diizinkan untuk menyalakan api unggun, dengan tetap berhati-hati untuk menjaga percikan api tentunya. Namun, kita sedikit kerepotan untuk mendapatkan kayu bakar. Beberapa warung di sekitar camping ground sudah jarang menjualnya karena semakin sedikitnya permintaan. Kalaupun ada, harganya cukup mahal dengan kuantitas yang tak seberapa.

Api Unggun
Api unggun, tenda, dan kamu

Welit Super Camp

Ada banyak penginapan keluarga di sekitar Sekipan. Pun begitu, pengelola wana wisata Sekipan tetap menyediakan penginapan dengan nama Welit Super Camp bagi wisatawan yang ingin lebih dekat dengan alam dan membumi.

Welit Super Camp
Welit Super Camp

Bentuk bangunannya yang berbentuk kerucut mengingatan saya akan perkampungan Wae Rebo, hanya saja dalam skala lebih kecil. Ada seitar 10 bangunan yang dapat disewa, yang mana setiap bangunan dapat menampung 2 orang. Mengingat bangunanya yang tidak terlalu besar, jangan berharap ada toilet di dalamnya. Selain itu, tidak ada aliran listrik di dalam bangunan. Aliran listrik hanya digunakan sebagai penerangan lampu bersama.

Adapun harga penginapan semalam adalah sebesar Rp.150.000 untuk hari kerja, sedangkan untuk akhir pekan atau libur nasional dipatok sebesar Rp.200.000.

Welit Super Camp

Panggung Serbaguna

Layaknya sekolah alam yang ada di Hutan Pinus Imogiri, di Sekipan pun terdapat panggung serbaguna yang dibentuk dari bahan-bahan alam sekitar, seperti bebangkuan yang terbuat dari kayu. Mengingat seringnya diadakan perkemahan Pramuka maupun outbound/training dari kelompok lainnya, panggung serbaguna ini cukup membantu acara tersebut. Untuk pentas seni misalnya.

Panggung Serbaguna
Panggung Serbaguna

Pananjakan, Spot yang Instragrammable

Lokasi-lokasi yang dahulunya hanya ditumbuhi rerumputan liar, kini mulai dibentuk sedemikian rupa untuk menarik perhatian wisatawan. Salah satunya adalah Pananjakan. Pananjakan merupakan kumpulan anak tangga yang disusun sedemikian rupa menuju dataran yang lebih tinggi. Ujung dari Pananjakan sendiri merupaan sebuah pondokan yang terdapat sebuah bangku di bagian dalamnya, difungsikan sebagai tempat berteduh.

Pananjakan
Pananjakan

Saran saya, ketika melangkahkan kaki menaiki anak tangga, ada baiknya untuk menghitung jumlahnya. 😉

Anak tangga Pananjakan
Anak tangga Pananjakan

***

Terakhir, sempatkan diri untuk mencicipi kuliner di sepanjang Jalan Raya Tawangmangu. Ada banyak penjual Sate Kelinci yang bisa kamu coba dengan harga mulai dari Rp.15.000. 😀

Sate Kelinci
Sate Kelinci

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *