Buah Pampakin
Buah Pampakin

Yang Khas dari Kalimantan, Buah Pampakin atau Lai Namanya

Jika seseorang mengetahui asal daerah saya, biasanya mereka bertanya; โ€œMakanan apa yang ada di sana (Pulau Kalimantan) tapi tidak ada di sini (Pulau Jawa)?

Ada dua nama nama buah yang biasa saya sebutkan, ialah buah Kasturi dan buah Pampakin. Selain kedua buah tersebut, biasanya saya menyebutkan makanan olahan, seperti Soto Banjar dan Ketupat Kandangan.

Buah Kasturi memang spesifik tumbuh di Kalimantan Selatan, oleh karenanya menjadi buah khas provinsi tersebut.

Lain cerita dengan buah Pampakin. Buah yang satu ini identik dengan Durian. Walau memiliki ordo, famili dan genus yang sama, tapi spesiesnya berbeda. Buah Pampakin atau umumnya disebut buah Lai mempunyai nama spesies D. kutejensis, sedangkan Durian memiliki nama spesies D. zibethinus. Hampir semua daratan Kalimatan bisa ditumbuhi buah ini. Entah kenapa, saya belum pernah mendengar kabar kalau tumbuh juga di pulau lainnya.

Penampakan fisik buah Pampakin
Penampakan fisik buah Pampakin

Karena memiliki kesaaman famili, tentulah bentuk fisik kedua buah tersebut serupa. Lantas apa yang membedakan keduanya?

Secara kasat mata, buah Pampakin warnanya cenderung oranye, lebih pekat dibanding Durian yang warna dasarnya kuning. Tidak hanya kulitnya yang berwarna oranye, buahnyapun begitu. Alasan inilah yang membuat beberapa orang di sini (Pulau Jawa) menyebutnya sebagai Durian Merah, ada juga yang menyebutnya sebagai Durian Mentega.

Selain warnanya, ukuran fisiknyapun sedikit lebih kecil dibanding dengan Durian. Penampakan fisiknya yang kecil, juga berimbas pada isi buahnya. Bentuknya kecil-kecil dan merapat. Teksturnyapun sedikit lebih padat, tidak lembek seperti Durian. Walau pada dasarnya, saya lebih suka tekstur lembek seperti Durian. Sensasi makannya lebih terasa karena tangan dan mulut dibuat belepotan olehnya.ย ๐Ÿ˜€

Isi buah Pampakin, kecil dan padat
Isi buah Pampakin, kecil dan padat

Buah Pampakin diklaim punya satu kelebihan, baunya tidak menyengat dan tidak bikin pusing ketika mengkonsumsi terlalu banyak. Bagi sebagian orang, Pampakin bisa jadi alternatif bagia yang tidak kuat makan durian. Di sisi lain, beberapa menyatakan Pampakin terlalu lembut bagia mereka penggemar Durian dengan rasa dan aroma yang nyelekit.

Nah, berhubung beberapa waktu lalu pulang kampung, saya sempatkan untuk membeli buah tersebut. Selain karena kangen dengan buah ini, hal tersebut juga saya maksudan untuk memperkenalkan buah Pampakin pada rekan yang baru sekali dalam seumur hidupnya menginjakkan kaki di Kalimantan Selatan.ย ๐Ÿ™‚

Yugo Dedy Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.

3 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *